BorneoFood Indotama Ikuti Pelatihan Perdana CPNE Kalimantan 2020

Peserta CPNE Kalimantan 2020

Di tahun ini, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau EximBank membuka kesempatan bagi 40 UMKM yang ada di Kalimantan untuk dapat mengikuti Coaching Program for New Exporters (CPNE) Tahun 2020.

Balai Karangan, Sanggau – Dari keseluruhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih, Alhamdulillah BorneoFood Indotama terpilih salah satu diantaranya. Setelah melalui proses pengiriman nama calon peserta yang kemudian dilanjutkan dengan tahap seleksi dari LPEI, ke-40 UMKM ini langsung dimasukkan dalam grup whatsapp khusus untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi.

Hari Kamis (16/07/2020) merupakan momen pertama kali tahapan CPNE Kalimantan Tahun 2020 dilaksanakan. Melalui media online zoom meeting, kesemua perwakilan dari UMKM terpilih tampak hadir di tampilan 2 halaman layar monitor laptop ataupun smartphone masing-masing peserta.

Dalam keterangan resmi yang dirilis dari Kompas.Com, Jum’at (17/07/2020) Direktur Pelaksana II Djoko Retnadi mengatakan bahwa LPEI terus mendukung UMKM menjadi eksportir baru melalui peningkatan kompetensi. LPEI berfungsi sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam peningkatan ekspor nasional.

UMKM Berorientasi Ekspor

Kegiatan CPNE sebenarnya merupakan salah satu program yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya, dan untuk pertama kalinya dilaksanakan secara online (daring) karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Untuk saat ini, metode daring dinilai sebagai langkah yang efektif untuk mendongkrak kapasitas pelaku UMKM di daerah, khususnya di Kalimantan.

Secara umum, pelatihan CPNE ini terbagi menjadi beberapa sesi dengan materi yang disampaikan berbeda-beda, antara lain: kiat-kiat memulai ekspor, pengetahuan administrasi ekspor, korespondensi, manajemen ekspor hingga pemasaran digital.

Sementara itu, Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum pelatihan kompetensi tersebut untuk menyerap pengalaman para praktisi ekspor.

“Para peserta yang mengikuti program CPNE 2020 ini diharapkan dapat mengambil ilmu dan pengetahuan dari modul-modul pelatihan yang diberikan maupun belajar dari pengalaman praktisi ekspor sehingga mereka siap untuk bersaing menembus pasar global,” ujar Agus.

Alumni Berbagi Kisah

Di pertemuan pertama ini, salah seorang alumni CPNE tahun sebelumnya bernama Nur Hidayat dipilih menjadi narasumber. Dalam pemaparannya, Nur Hidayat berbagi pengalaman mengenai bagaimana memulai ekspor dan menjadi entrepreneur yang siap ekspor.

“Salah satu modal dasar menjadi eksportir baru adalah giat mencari informasi. Pelaku UMKM perlu menggali informasi mendalam bagaimana peluang pasar ekspor, pengurusan administrasi ekspor, dan fasilitas ekspor yang disediakan oleh lembaga atau institusi pemerintah.” ucap Nur Hidayat.

Nur Hidayat menjelaskan bahwa UMKM perlu membuka informasi seluas-luasnya kepada dunia luar mengenai informasi produk yang dijual secara detail sehingga dapat dengan cepat dikenal. Menurutnya media sosial sangat efektif untuk mempromosikan produk UMKM karena mampu menembus batas lintas negara dan memudahkan masyarakat luas mendapat gambaran nyata dari produk yang dipasarkan.

Menciptakan Eksportir Baru

Sebagai salah satu peserta dari perwakilan perusahaan dari Kalimantan Barat yang bergerak dibidang distributor daging beku resmi dan produsen hasil olahan daging dalam bentuk Bakso Frozen BorneoFood ini, penulis merasa bahwa kegiatan ini sarat ilmu dan manfaat. Untuk sesi perdananya saja sudah banyak informasi didapatkan terkait dengan proses ekspor.

Sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, LPPOM MUI Kalimantan Barat, BBPOM Kalimantan Barat, dan pihak-pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu disini karena telah mendukung BorneoFood Indotama selama ini.

Semoga ke-40 para peserta CPNE Kalimantan 2020 yang turut serta kali ini, nantinya akan menjadi UMKM Naik Kelas yang siap ekspor. Amin Ya Allah… (DW)

Referensi:

  • https://money.kompas.com/read/2020/07/17/181428826/lewat-daring-lpei-genjot-kapasitas-umkm-tembus-pasar-ekspor